PULUBALA, LITIGASI.ID – Personel Satuan Brimob Polda Gorontalo bersama masyarakat Desa Molalahu (15/01) melakukan aksi gotong royong memperbaiki jembatan gantung yang ambruk akibat terjangan banjir bandang pada akhir Desember tahun lalu.

Kepala Desa Molalahu, Haris Habi, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut telah terputus sejak tanggal dua puluh sembilan Desember dua ribu dua puluh lima, sehingga memutus akses utama bagi ratusan warga desa.
“Kejadiannya pada malam tanggal dua puluh sembilan Desember dua ribu dua puluh lima. Kemarin kami sudah mengambil inisiatif bersama masyarakat karena target utama kami adalah akses jalan penting bisa dilewati,” ungkap Haris.
Haris menjelaskan bahwa pemerintah desa telah melaporkan kerusakan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui camat setempat, namun mereka memilih bergerak cepat secara swadaya untuk mengantisipasi keterlambatan penanganan infrastruktur.
“Kami sudah melaporkan ke pemerintah kabupaten lewat camat. Daripada menunggu lama, kami mengambil inisiatif karena jembatan ini satu-satunya akses bagi enam puluh kepala keluarga dan hampir dua ratus jiwa warga,” jelasnya.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran anggotanya bertujuan membantu mobilitas ekonomi dan pendidikan, terutama bagi anak sekolah yang sebelumnya kesulitan menyeberangi aliran sungai.
“Kami sudah dua hari di sini merespon kejadian jembatan Desa Molalahu yang kena banjir parah. Kami berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk membantu akses bagi warga yang harus sekolah dan pasar,” ujar Danu.
Kombes Pol Danu Waspodo menambahkan bahwa anggotanya telah disiagakan sejak pagi hari guna membantu menyeberangkan anak-anak sekolah, memastikan keselamatan mereka agar tetap bisa belajar di sekolah tanpa harus basah kuyup.
“Anggota kami merespon anak sekolah yang kesulitan menyeberangi jembatan karena harus lewat sungai. Kami bantu agar mereka tetap belajar walaupun jembatan rusak, sehingga saat menyeberangi sungai baju mereka tidak basah,” tuturnya.
Dalam proses perbaikan yang memasuki hari kelima ini, warga desa menyediakan papan untuk alas jembatan, sementara pihak Brimob menyumbangkan kayu lata sebagai kerangka dasar pijakan untuk memperkokoh struktur jembatan gantung.
“Desa menyediakan papan alasnya, kemudian dari pihak Brimob menyediakan kayu lata untuk pijakannya. Alhamdulillah Brimob datang berpartisipasi dan berkolaborasi bersama pemerintah desa serta masyarakat untuk memperbaiki jembatan ini,” tambah Haris.
Kombes Pol Danu Waspodo menekankan bahwa seluruh bahan material diperoleh secara swadaya sebagai bentuk kerja sama nyata antara Polri, pemerintah desa, dan instansi daerah demi menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif.
“Kami kerahkan sumber daya yang ada secara swadaya. Kami bangun jembatan yang lebih baik agar bisa segera dilalui. Harapannya demi kemajuan desa dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” pungkas Danu.
Haris Habi berharap agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian lebih untuk membangun jembatan permanen di lokasi tersebut, sehingga akses transportasi warga tidak lagi terganggu saat musim hujan dan banjir melanda.
“Harapan saya insyaallah untuk jembatan ini nantinya akan menjadi jembatan permanen, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan transportasi akibat kerusakan jembatan di masa yang akan datang,” tutup Haris Habi.















