Berita  

Program Inpres Sapu Jagat Perkuat Ketahanan Pangan Di Kabupaten Gorontalo

Reporter : Ugo-ugo Penulis : Sarton Ishak

banner 120x600
banner 468x60

PULUBALA, Litigasi.id – Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Hal itu disampaikan Kepala Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai II, Haris Djafar, di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Selasa (23/9/2025).

“Jadi, program ini merupakan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Salah satu tujuannya adalah swasembada pangan,” ujar Haris. Ia menyebut program ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

banner 325x300

Menurutnya, Inpres tersebut sering disebut sebagai Sapu Jagat karena sifatnya lintas kewenangan. “Jadi tidak melihat kewenangan, kami membantu pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, dalam perbaikan daerah irigasi,” jelasnya.

Haris menegaskan, perbaikan irigasi difokuskan pada jaringan yang dilaporkan rusak. “Tujuannya memperbaiki daerah irigasi yang bermasalah. Program pertama sudah berjalan dan sekarang sudah masuk tahap pelaksanaan di beberapa titik,” katanya.

Ia menjelaskan, program ini melibatkan banyak pihak. “Untuk rehabilitasi bendung primer dan sekunder ditangani oleh teman-teman PU, sementara jaringan tersier di sawah itu usulan dari Kementerian Pertanian,” tutur Haris.

Semua usulan, lanjutnya, harus melalui evaluasi berlapis. “Nanti digodok, dievaluasi oleh tim kami, lalu dinilai kembali di Jakarta. Kalau dinyatakan bisa, barulah dilakukan perbaikan,” tegas Haris.

Di Kabupaten Gorontalo, kata dia, ada delapan lokasi yang masuk dalam daftar sasaran program. “Salah satunya di Huludupitango, Desa Biyonga, Kecamatan Limboto. Itu sudah pasti masuk dalam pengerjaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Gorontalo. “Kami sudah melayangkan surat dan melapor ke Pak Bupati, Pak Sofyan Puhi, terkait dukungan beliau terhadap Inpres ini,” ucap Haris.

Menurutnya, Presiden juga akan turun langsung melakukan pengecekan. “Rencananya, Presiden akan datang pada bulan Oktober untuk melihat sejauh mana program ini berjalan,” kata Haris.

Selain program reguler, Balai Wilayah Sungai juga mendapat tambahan pekerjaan melalui Inpres. “Di Alopohu ada tiga lokasi, di Paguyaman empat lokasi. Sekarang ketambahan dengan Inpres, dikerjakan oleh BUMN dan juga secara swakelola,” ujarnya.

Untuk pekerjaan swakelola, pihaknya menggandeng TNI. “Sekarang sudah berjalan di Alopohu dan Paguyaman. Jadi tujuannya jelas, agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat lewat perbaikan jaringan irigasi,” kata Haris.

Meski begitu, ia menekankan prioritas tetap pada rehabilitasi jaringan besar yang rusak. “Kalau dana cukup, pembangunan baru bisa kami lakukan. Namun fokus utama kami masih pada perbaikan jaringan besar yang kondisinya parah,” pungkas Haris.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *