Berita  

Personel Tagana Gorontalo Bantu Korban Banjir Bandang di Sumut

banner 120x600
banner 468x60

Sumatera Utara, litigasi.id – Sejumlah personel Tenaga Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Gorontalo hingga kini masih berjibaku membantu penanganan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera Utara, Selasa (16/12/2025).

Tim Tagana Provinsi Gorontalo yang dipimpin David Mayilite melalui Kabid Humas Ben Ishak menyampaikan bahwa saat ini tim berada bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

banner 325x300

“Saat ini kami sedang berada bersama masyarakat yang terdampak banjir bandang di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap Ben Ishak.

Ben Ishak menjelaskan, tim Tagana Gorontalo berjumlah sepuluh orang. Sebelumnya, mereka bertugas di dapur umum lapangan Kementerian Sosial RI di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebelum menerima perintah langsung dari Kementerian Sosial untuk bergerak ke daerah terisolir Desa Sibio-bio pada Sabtu (13/12).

Dapur Umum Lapangan Kementetian SosialKedatangan Tim Tagana Gorontalo disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat. Ben Ishak menyebut, tim Tagana Provinsi Gorontalo menjadi tim pertama yang berhasil menjangkau dan menemukan daerah terisolir tersebut.

“Tim Tagana Provinsi Gorontalo adalah yang pertama kali menemukan daerah terisolir ini,” ujar Om Ben, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Ben Ishak berharap adanya dukungan dan perhatian dari Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap personel Tagana yang masih bertugas di wilayah Tapanuli Tengah. Ia menyampaikan permintaan tersebut secara pribadi kepada awak media melalui pesan WhatsApp.

“Secara pribadi saya meminta agar tim Tagana Provinsi Gorontalo mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Ben Ishak juga mengajak masyarakat Gorontalo, khususnya para petani, agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan saat membuka lahan pertanian, terutama di wilayah hutan.

“Mohon warga tani memperhatikan pohon-pohon yang berpotensi menahan erosi untuk tidak ditebang, agar tidak mengakibatkan banjir bandang,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *