Berita  

Enam Santriwati Tamatkan 30 Juz Al-Qur’an, Kepala Desa Iloponu Ingatkan Pentingnya Kemandirian TPA

banner 120x600
banner 468x60

GORONTALO, Litigasi.id – Taman Pengajian Alquran (TPA) Nurul Islam, Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, sukses menggelar Khatam Al-Qur’an Perdana yang penuh khidmat pada Jumat, 28 November 2025, sore hari. Sebanyak 31 santri TPA diwisuda, namun baru enam santriwati yang dinyatakan telah menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an.

Khatam Al-Qur’an perdana TPA Nurul Islam Iloponu menjadi momen bersejarah, menandai keberhasilan enam santriwati menyelesaikan bacaan 30 juz Al-Qur’an. Prosesi mulia ini turut dihadiri antusias oleh para orang tua santri serta tokoh masyarakat setempat di lokasi acara.

banner 325x300

Enam santriwati berprestasi tersebut merupakan bagian dari 31 pelajar yang diwisuda, menunjukkan kemajuan signifikan TPA yang baru memasuki tahun ketiga operasionalnya. Kepala TPA Santi Pakaya, S.E., dan Bendahara Rifka Liputo, S.K.M., tampak bersemangat menyambut kelulusan perdana para murid.

Kepala Desa Iloponu, Suwartin Rahman, S.AP., yang juga menjadi Pembina TPA, menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa khatam bukanlah akhir dari pelajaran, melainkan awal untuk terus mengamalkan ajaran kitab suci tersebut.

“Kami selaku pemerintah Desa Iloponu mengucapkan selamat kepada adik-adik santri yang berjumlah enam orang yang akan melaksanakan khatam Al-Qur’an hari ini. Hal ini menandakan keenam adik-adik telah selesai melaksanakan untuk pembacaan 30 juz,” ujar Kepala Desa Suwartin Rahman, S.AP. di lokasi.

Suwartin Rahman menegaskan harapan agar santri yang sudah khatam ini dapat menjadi tutor atau mentor bagi pelajar di bawah mereka yang akan diwisuda tahun depan. Peran ini penting untuk membangkitkan semangat belajar bagi calon wisudawan selanjutnya.

“Olehnya itu, kami sebagai pemerintah desa sangat berharap bahwa setelah adik-adik di khatam pada hari ini, ini bukanlah akhir dari adik-adik untuk belajar. Saya berharap adik-adik lebih giat lagi,” tambahnya penuh harap.

Beliau memaparkan bahwa TPA Nurul Islam telah diakomodasi dalam penganggaran desa untuk insentif guru mengaji. Namun, ia juga meminta keikhlasan serta partisipasi mandiri dari pihak orang tua murid.

“Alhamdulillah sampai saat ini Bapak dan Ibu sekalian untuk TPA Nurul Islam itu sudah masuk dalam penganggaran di Desa Iloponu. Tetapi hanya guru ngaji. Itu pun Bapak dan Ibu sekalian, guru ngaji ini hanya sedikit insentif yang diterima, kurang lebih Rp600.000 masih dipotong pajak,” jelasnya lugas.

Kondisi lapangan menunjukkan suasana penuh haru serta bangga dari wajah para orang tua yang mengenakan seragam, ikut menyaksikan langsung momen sakral ini. Ustadzah Nurain Aday terlihat mendampingi para santriwati berprestasi selama acara.

Kepala Desa menekankan pentingnya kemandirian TPA, seperti iuran sukarela dari orang tua untuk operasional, asalkan hal tersebut dimusyawarahkan dan tercatat dalam berita acara. Hal ini bertujuan menghindari kesan negatif di luar.

“Saya sangat berharap kemandirian dari TPA yang ada di Desa Iloponu ini benar-benar dikembangkan. Mandirinya itu seperti apa, Bapak dan Ibu sekalian? Tentunya diharapkan di semua TPA itu ada seperti iuran,” tutup Suwartin Rahman.

Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif para orang tua yang telah menyumbang biaya untuk kegiatan hari ini, menegaskan bahwa tidak ada biaya dari pemerintah desa dalam pelaksanaan prosesi khatam Al-Qur’an.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *